Tips Cara Sukses Dalam Budidaya Belut Untuk Pemula

Tips-Cara-Sukses-Dalam-Budidaya-Belut-Untuk-Pemula

Belut memiliki rasa yang khas dan mengandung banyak gizi. Jenis ikan belut merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat digemari banyak orang.

Sekarang ini sudah sangat banyak orang yang membudidayakan belut, sehingga belut dengan mudah dapat dijumpai di pasar.

Budidaya belut ternyata tidaklah sulit, dan tidak membutuhkan lahan yang luas, hanya dengan media tong saja belut sudah dapat dibudidayakan dalam jumlah yang besar.

Budidaya belut tentunya lebih mudah daripada memelihara ikan, apakah sebagai ikan ternak ataupun hanya untuk sekedar ikan peliharaan yang bisa dikonsumsi sehari-hari.

Sekarang ini hanya masalah bibit saja yang menjadi kendala utama dalam budidaya belut tersebut, sulitnya dalam mendapatkan bibit ini juga membatasi jumlah peternak belut sekarang ini.

Selain itu, pembibitan belut secara komersil sekarang ini sangat sulit ditemukan, bahkan mungkin belum ada di daerah kamu .

  1. Lokasi Ideal Budidaya Belut

Suhu terbaik untuk membudidayakan belut ialah sekitar 25-31°C dan kondisi air harus bersih. Kondisi air yang bersih ini terutama untuk anak belut atau sering disebut dengan bibit, ukuran bibit yang baik antara 1 – 2 cm.

Pada saat belut sudah tumbuh dewasa maka kondisi air tidak lagi menjadi masalah karena umumnya belut dewasa dapat hidup di air yang keruh (akibat lumpur).

Disini hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya belut ialah media pemeliharaan sebagai tempat berkembang biak atau media tempat membesarkan belut. Media bisa menggunakan drum atau tong yang berbahan dasar plastik supaya tidak berkarat.

Letakkanlah tong pada posisi tanah yang datar. Hal ini dilakukan supaya media menjadi lebih luas. Kemudian buka bagian tengah drum dan sisakan 5 cm pada bagian sisi kiri dan kanan. Kemudian pasang alat sebagai pengganjal supaya drum tidak menggelinding dan bergerak.

Buat saluran pembuangan di bawah tong dan terakhir buat peneduh tong, sehingga intensitas panas matahari tidak terlalu tinggi dan mengenai langsung ke permukaan drum.

Setelah kamu sudah menyiapkan lokasi dan tempat untuk budidaya belut, berikutnya ialah kamu  perlu mempersiapkan media untuk budidaya belut supaya belut berkembang dengan baik.

Dalam hal ini kami ada pilihan media yang baik untuk belut kamu, pilih saja yang kiranya mudah kamu dapatkan di lingkungan kamu dan simak media budidaya belut di bawah ini.

  1. Media Budidaya Belut Alami

Tanah yang tidak berpasir dan juga tanah yang tidak terlalu liat dan memiliki kandungan hara yang cukup ialah media yang baik untuk belut.

Dalam hal ini disarankan untuk menggunakan media tanah yang diambil langsung dari sawah. Adapun tahapan dalam penggunaan media tanah sawah ialah sebagai berikut:

  • Kamu bisa masukkan tanah ke dalam tong hingga ketinggian 30-40 cm
  • Kemudian masukkan air hingga tanah becek tetapi tidak menggenang.
  • Masukkan EM 4 sebanyak 4 botol ke dalam tong.
  • Lalu, aduk tanah sebanyak 2 kali sehari hingga tanah menjadi lembut dan gembur.

Perlu diketahui bahwa perlakuan di atas tidak berlaku untuk bahan baku tanah yang diambil dari sawah

  1. Media Budidaya Instan Bokashi

Media ini dibuat di luar tong yang merupakan campuran dari bahan utama dan bahan campuran untuk budidaya. Penggunaan 100 kilo bahan akan menghasilkan 90 kilo media budidaya instan bokashi.

Setiap tong dengan ukuran 200 liter membutuhkan 40 kilo bokashi. Sedang dalam pembuatan bokashi ini dibutuhkan bahan-bahan utama sebagai berikut:

  • Jerami padi (40 persen)
  • Pupuk Kkamu ng (30 persen)
  • Bekatul (20 persen)
  • Potongan batang pisang (10 persen)
  • Bahan dan campurannya terdiri atas
  • EM4
  • Air Sumur
  • Larutan 250 gram gula pasir untuk menghasilkan 1 liter larutan molases.

Untuk cara pembuatan media budidaya instan bokashi dilakukan sebagai berikut:

Cacah jerami dan potongan batang pisang kemudian dikeringkan terlebih dahulu. Kemudian campurkan bahan cacahan tadi dengan bahan pokok lainnya dan aduk hingga merata.

Kemudian bisa campurkan bahan-bahan ini sedikit demi sedikit tetapi jangan terlalu basah. Terakhir tutup media dengan karung goni atau terpal selama 4-7 hari. Bolak balik campuran tadi supaya tidak membusuk.

  1. Masukkan Bibit Belut

Setelah seluruh media budidaya di atas telah dipersiapkan, maka tahapan selanjutnya ialah dengan menebarkan bibit belut yang bagus. Bibit yang ditebar sebaiknya sebanyak 2 kg atau dengan jumlah bibit sebanyak 160-200 ekor belut.

  1. Pemberian Pakan Untuk Belut

Sebenarnya tidak ada aturan baku tentang volume pemberian pakan dalam budidaya belut. Tetapi, sebaiknya pakan diberikan 5 persen dari jumlah bibit yang ditebarkan pada media.

Pakan yang diberikan sebaiknya terdiri dari cacing, kecebong, ikan-ikan kecil, dan juga cacahan keong mas atau bekicot.

Dalam pemberian pakan diberikan pada hari ke-3 setelah bibit ditebar di dalam media budidaya. Pemberian pakan ini sebaiknya dilakukan pada sore hari seperti kebiasaan belut makan di alam bebas, yaitu sore dan malam hari.

  1. Pemanenan Belut

Pemanenan belut sudah dapat dilakukan setelah 3 hingga 4 bulan masa budidaya dilakukan atau sesuai dengan keinginan kamu  atau permintaan pasar. Pemanenan belut untuk media drum / tong tentunya lebih mudah, dan belut hasil budidaya siap dipasarkan.

Nah, demikianlah artikel mengenai cara sukses budidaya belut untuk pemula. Semoga tulisan di atas dapat bermanfaat dan dapat dijadikan bahan untuk kamu yang sedang mencari informasi mengenai budidaya belut.  Terima kasih telah berkunjung dan membacanya.